<br />
<b>Notice</b>:  Function _load_textdomain_just_in_time was called <strong>incorrectly</strong>. Translation loading for the <code>social-comments</code> domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the <code>init</code> action or later. Please see <a href="https://developer.wordpress.org/advanced-administration/debug/debug-wordpress/">Debugging in WordPress</a> for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in <b>/home/rohq4788/public_html/web/wp-includes/functions.php</b> on line <b>6170</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  Undefined array key 0 in <b>/home/rohq4788/public_html/web/wp-includes/plugin.php</b> on line <b>1012</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  Undefined array key 0 in <b>/home/rohq4788/public_html/web/wp-includes/plugin.php</b> on line <b>1015</b><br />
<br />
<b>Notice</b>:  Function _load_textdomain_just_in_time was called <strong>incorrectly</strong>. Translation loading for the <code>wptouch-pro</code> domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the <code>init</code> action or later. Please see <a href="https://developer.wordpress.org/advanced-administration/debug/debug-wordpress/">Debugging in WordPress</a> for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in <b>/home/rohq4788/public_html/web/wp-includes/functions.php</b> on line <b>6170</b><br />
<br />
<b>Notice</b>:  Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara <strong>tidak benar</strong>. Pemuatan terjemahan untuk domain <code>graphene</code> dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan <code>init</code> atau setelahnya. Silakan lihat <a href="https://developer.wordpress.org/advanced-administration/debug/debug-wordpress/">Debugging di WordPress</a> untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in <b>/home/rohq4788/public_html/web/wp-includes/functions.php</b> on line <b>6170</b><br />
<br />
<b>Deprecated</b>:  ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in <b>/home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/multiple-domain/MultipleDomain.php</b> on line <b>497</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  Trying to access array offset on null in <b>/home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/really-simple-facebook-twitter-share-buttons.php</b> on line <b>318</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  Trying to access array offset on null in <b>/home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/really-simple-facebook-twitter-share-buttons.php</b> on line <b>318</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  Trying to access array offset on null in <b>/home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/really-simple-facebook-twitter-share-buttons.php</b> on line <b>318</b><br />
{"id":21,"date":"2012-11-24T08:12:00","date_gmt":"2012-11-24T08:12:00","guid":{"rendered":"http:\/\/rohmadi.info\/web\/?p=21"},"modified":"2013-06-06T10:59:08","modified_gmt":"2013-06-06T03:59:08","slug":"media-pembelajaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rohmadi.my.id\/web\/read\/media-pembelajaran\/","title":{"rendered":"Media Pembelajaran","gt_translate_keys":[{"key":"rendered","format":"text"}]},"content":{"rendered":"<div dir=\"ltr\">\n<div><a href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-O83BpnjfNbc\/ULCALLQL-LI\/AAAAAAAAAuI\/3NTN093Ru48\/s1600\/media+blajar.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft\" style=\"border: 0px;\" alt=\"\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-O83BpnjfNbc\/ULCALLQL-LI\/AAAAAAAAAuI\/3NTN093Ru48\/s200\/media+blajar.jpg\" width=\"147\" height=\"160\" border=\"0\" \/><\/a><\/div>\n<div>Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar, sehingga media adalah perantara atau pengantar pesan kepada penerima pesan (Arief S. Sadiman, 1996:6). Kemudian menurut AECT (<i>Association of Education and Communication Technology<\/i>) dalam Arief S. Sadiman (1996:19), media atau bahan adalah perangkat lunak (<i>software<\/i>) berisi pesan atau informasi pendidikan yang biasanya disajikan dengan mempergunakan peralatan, sedangkan <i>hardware<\/i>atau perangkat keras merupakan sarana untuk menampilkan pesan yang terkandung dalam media tersebut.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Media merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk membawa suatu informasi. Apabila dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran maka media diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk membawa informasi yang ditujukan untuk pembelajaran. Selain digunakan sebagai sarana penyampaian pembelajaran yang utuh, media juga dapat dimanfaatkan unuk menyampaikan bagian tertentu dari kegiatan pembelajaran, misalnya memberikan penguatan maupun motivasi.<\/div>\n<div><!--more--><\/div>\n<div>Proses pembelajaran pada hakekatnya adalah komunikasi yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan (Arief S. Sadiman, 1996:11). Sedangkan menurut Alwin Howard dalam Roestiyah, N. K. (1989:15), \u201cpembelajaran adalah suatu aktivitas untuk mencoba menolong, membimbing seseorang untuk mendapatkan, mengembangkan keterampilan, sikap, cita-cita, penghargaan dan pengetahuan\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Dari pengertian di atas, media pembelajaran dapat diartikan sebagai perangkat keras dan atau perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menciptakan proses belajar, sehingga pembelajaran dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan tertentu<\/div>\n<div>Media pembelajaran dalam dunia pendidikan secara umum mempunyai kegunaan sebagai berikut:<\/div>\n<\/div>\n<div><!--[if !supportLists]-->a.<span>\u00a0 \u00a0 <\/span>Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).<\/div>\n<div><!--[if !supportLists]-->b.<span>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span>Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra, misalnya:<\/div>\n<ol>\n<li><span>Obyek yang terlalu besar, bisa digantikan dengan gambar, film bingkai.<\/span><\/li>\n<li><span>Obyek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai atau gambar.<\/span><\/li>\n<li><span>Gerak yang terlalu cepat atau lambat dapat dibantu dengan time <\/span><i>elapse<\/i><span> atau <\/span><i>high-speed photograpy<\/i><span>.<\/span><\/li>\n<li><span>Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal.<\/span><\/li>\n<li><span>Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan atau lain-lain.<\/span><\/li>\n<li><span>Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim dan lain-lain) dapat divisualisasikan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan lain-lain.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<div><!--[if !supportLists]-->c.<span>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span>Penggunaan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif siswa. Dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk:<\/div>\n<div>\n<ol>\n<li>Menimbulkan kegairahan belajar.<\/li>\n<li>Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara siswa dengan lingkungan dan kenyataan.<\/li>\n<li>Memungkinkan siswa belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan sifatnya.<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<div><!--[if !supportLists]-->d.<span>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span>Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bila semuanya itu harus diatasi sendiri. Apalagi bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pembelajaran, yaitu dengan kemampuanya dalam:<\/div>\n<ol>\n<li><span>Memberikan perangsang yang sama.<\/span><\/li>\n<li><span>Mempersamakan pengalaman.<\/span><\/li>\n<li><span>Menimbulkan persepsi yang sama (Arief S. Sadiman, 1996:16-17)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<div><span>Dalam perkembangannya, media pengajaran mengikuti perkembangan teknologi. Teknologi yang paling tua yang dimanfaatkan dalam proses belajar adalah percetakan yang bekerja atas dasar prinsip mekanis. Kemudian teknologi audio-visual yang menggabungkan penemuan\u00a0 mekanik dan elektronik untuk tujuan pengajaran. Teknologi yang muncul terakhir adalah teknologi mikroprosessor yang melahirkan pemakaian komputer dan kegiatan interaktif (Seels &amp; Richey 1994 dalam Arsyad 2002). Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut, media pengajaran dikelompokkan ke dalam empat bagian, yaitu:<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><!--[if !supportLists]--><span>1.<span>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/span><\/span><!--[endif]--><span>Media Hasil Teknologi Cetak<\/span><\/div>\n<blockquote>\n<div><span>Teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku dan materi visual statis terutama melalui proses\u00a0 pencetakan mekanis atau fotografis. Kelompok\u00a0 media hasil teknologi cetak meliputi teks, grafik, foto atau representasi fotografik dan reproduksi. Materi cetak dan visual\u00a0 merupakan dasar pengembangan dan penggunaan materi dan pengajaran lainnya. Teknologi ini menghasilkan materi dalam bentuk salinan tercetak.<\/span><\/div>\n<\/blockquote>\n<div><!--[if !supportLists]--><span>2.<span>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/span><\/span><!--[endif]--><span>Media Hasil Teknologi Audio-Visual<\/span><\/div>\n<blockquote>\n<div><span>Teknologi audio-visual adalah cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. Penyajian melalui audio-visual bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses belajar, seperti mesin proyktor film, tape recorder, dan proyektor visual.<\/span><\/div>\n<\/blockquote>\n<div><!--[if !supportLists]--><span>3.<span>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/span><\/span><!--[endif]--><span>Media Hasil Teknologi Berbasis Komputer<\/span><\/div>\n<blockquote>\n<div><span>Teknologi berbasis komputer merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis mikroprosesor. Perbedaan antara media yang dihasilkan oleh teknologi berbasis koputer dengan dua teknologi lainnya adalah karena informasi\/materi disimpan dalam bentuk digital, bukan dalam bentuk cetakan atau visual. Berbagai jenis aplikasi\u00a0 teknologi berbasis komputer dalam pengajaran umumnya\u00a0 dikenal sebagai Computer Assisted Instruction (pengajaran berbantuan komputer). Aplikasi tersebut meliputi drills dan practice (latihan untuk membantu siswa menguasai materi yang telah dipelajari sebelumnya), tutorial (penyajian materi pelajaran secara bertahap), permainan dan simulasi (latihan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang baru dipelajari).<\/span><\/div>\n<\/blockquote>\n<div><!--[if !supportLists]--><span>4.<span>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/span><\/span><!--[endif]--><span>Media Hasil Gabungan Teknologi Cetak dan Komputer<\/span><\/div>\n<blockquote>\n<div><span>Teknologi hasil gabungan adalah cara untuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan komputer<\/span><\/div>\n<\/blockquote>\n<div><!--[if !supportLists]--><\/div>\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n","protected":false,"gt_translate_keys":[{"key":"rendered","format":"html"}]},"excerpt":{"rendered":"<p>Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar, sehingga media adalah perantara atau pengantar pesan kepada penerima pesan (Arief S. Sadiman, 1996:6). Kemudian menurut AECT (Association of Education and Communication Technology) dalam Arief S. Sadiman (1996:19), media atau bahan adalah perangkat lunak (software) &hellip; <\/p>\n<p><a class=\"more-link btn\" href=\"https:\/\/www.rohmadi.my.id\/web\/read\/media-pembelajaran\/\">Teruskan membaca<\/a><\/p>\n","protected":false,"gt_translate_keys":[{"key":"rendered","format":"html"}]},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[32,22,118],"class_list":["post-21","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pendidikan","tag-media","tag-metode","tag-pendidikan","item-wrap"],"gt_translate_keys":[{"key":"link","format":"url"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rohmadi.my.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rohmadi.my.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rohmadi.my.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rohmadi.my.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rohmadi.my.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.rohmadi.my.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":365,"href":"https:\/\/www.rohmadi.my.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21\/revisions\/365"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rohmadi.my.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rohmadi.my.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rohmadi.my.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}