Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the social-comments domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/rohq4788/public_html/web/wp-includes/functions.php on line 6170

Warning: Undefined array key 0 in /home/rohq4788/public_html/web/wp-includes/plugin.php on line 1012

Warning: Undefined array key 0 in /home/rohq4788/public_html/web/wp-includes/plugin.php on line 1015

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wptouch-pro domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/rohq4788/public_html/web/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain graphene dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/rohq4788/public_html/web/wp-includes/functions.php on line 6170

Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/multiple-domain/MultipleDomain.php on line 497
QIYAMULLAIL – .::Pengetahuan adalah Ilmu::.
Warning: Trying to access array offset on null in /home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/really-simple-facebook-twitter-share-buttons.php on line 318

Warning: Undefined variable $app_id in /home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/really-simple-facebook-twitter-share-buttons.php on line 422

Warning: Trying to access array offset on null in /home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/really-simple-facebook-twitter-share-buttons.php on line 318

QIYAMULLAIL


Warning: Trying to access array offset on null in /home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/really-simple-facebook-twitter-share-buttons.php on line 318

Warning: Trying to access array offset on null in /home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/really-simple-facebook-twitter-share-buttons.php on line 318
Qiyamullail
“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”
(QS. Huud : 114)
Selain sholat wajib, ada banyak sholat sunnah yang dapat kita lakukan sebagai penyempurna solat wajib kita. Salah satu sholat sunnah yang memiliki nilai yang tinggi di sisi Allah (insya Allah) adalah sholat tahajud. Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dilaksanakan pada malam hari, setelah bangun tidur. Pelaksanaan sholat ini akan bernilai lebih jika dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir. Sebagaimana dalam Firman Allah : “mereka itu tidak sama; di antara ahli kitab itu ada golongan yang Berlaku lurus*, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang). QS. Al Imran : 113. {*Yakni: golongan ahli kitab yang telah memeluk agama Islam}Sebelum perintah sholat lima waktu turun, Rasulullah Muhammad saw pernah memerintahkan para pengikutnya untuk melakukan tahajud. Hal ini tersirat dalam beberapa hadist:

“Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi Shalallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda :‘Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.’”(HR Tirmidzi). Juga dalam hadits : “Bersabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” (HR. Muslim). Selain itu, Allah juga berfirman: “ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.” (QS : Al-Isro’ : 79)

Keutamaan Sholat Tahajud

Ada banyak sekali keutamaan shalat tahajjud, yang membuat seorang muslim sudah seharusnya selalu melaksanakan Shalat Tahajud ini setiap malam, tidak pernah terlewat. Shalat Tahajud adalah salah satu shalatnya orang yang bersyukur Sebagai seorang muslim, kita seharusnya juga menyukai apa-apa yang disukai oleh Rasulullah SAW. Adapun beberapa keutamaan Sholat Tahajud adalah :

  1. Shalat Tahajjud adalah salah satu ciri hamba yang bersyukur. Dalam sebuah hadits disebutkan : “Dari ‘Aisyah ra, dikisahkan bahwa Nabi shalat tahajjud hingga kaki beliau pecah. Lalu ‘Aisyah bertanya kepada beliau, Kenapa engkau melakukan hal ini wahai Rasulullah, padahal Allah Ta’ala telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang? Beliau bersabda, ‘Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur’.”(HR. Muslim)
  2. Shalat Tahajud juga merupakan salah satu shalat yang sangat besar pahalanya, dan menjadi salah satu penyebab tingginya kedudukan seorang hamba di syurga kelak. “Sesungguhnya di dalam surga terdapat kamar-kamar yang nampak bagian luarnya dari dalamnya dan tampak bagian dalamnya dari luarnya. Allah Ta’ala telah menjadikan kamar-kamar tersebut bagi orang-orang yang memberikan makan, melembutkan suara, memperbanyak puasa dan mengerjakan sholat malam ketika sedang lelap tidur.” (HR. Ahmad). Dalam hadits lain disebutkan : “Hai sekalian manusia, sebar luaskanlah salam dan berikanlah serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi). Juga yang diriwayatkan oleh Muslim : “Seutama-utama sholat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam.”
  3. Allah memuji dan mengabulkan do’a orang-orang yang melakukan shalat Tahajjud sesuai firman-Nya : “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.” (QS. Al Isra’ : 79). Juga dalam Hadits : “Dari Jabir ra, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : ‘sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yangseseorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabukannya); dan tu setiap malam’.” (HR. Muslim dan Ahmad)
  4. Sholat Tahajud mampu menghapus dosa dan penyakit, sebagaimana Sabda Rosulullah SAW : “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shaleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad)
Dan masih banyak keutamaan lainnya
Tata Cara Sholat TahajjudDalam sebuah hadist diterangkan mengenai jumlah rakaat pada pelaksanaannya. Pada dasarnya, jumlah rakaatnya tidak dibatasi jumlahnya, dengan jumlah minimal 2 rakaat. Sedangkan dalam keterangan Said ibnu Yazib ra, Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam melakukan sholat tahajud dengan jumlah 13 rakaat, dengan perincian 2 rakaat sholat iftitah, 8 rakaat sholat tahajud, dan ditutup dengan 3 rakaat sholat witir.
Pada dasarnya, gerakan atau tata cara sholat tahajud pun tidak berbeda dengan sholat-sholat sunnah yang lain: berwudhu, niat melakukan sholat sunnah tahajud, kemudian melakukan gerakan sholat seperti biasa mulai dari takbir hingga salam. Biasanya selalu dilakukan dengan setiap 2 reka’at salam. Pada reka’at pertama setelah takbir membaca surah Al Fatihah, kemudian dilanjjutkan dengan surah lainnya. Pada reka’at kedua pun sama, membaca surah Al Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan surah lainnya.
Perbedaannya hanyalah terletak pada niatnya saja. Karena untuk mengerjakan sholat tahajud tentu saja niatnya adalah mengerjakan sholat tahajud, bukan niat untuk mengerjakan sholat yang lain. Jadi berkaitan dengan pertanyaan “bagaimana lafadz niat sholat tahajud?”, maka jawabannya adalah berniat di dalam hati untuk mengerjakan sholat sunnah tahajud. Sedangkan masalah “lafadz niatnya”, hal itu tidak ditentukan, karena tidak ada dalil yang memperkuat atau menerangkannya.
Setelah selesai mengerjakan shalat Tahajjud, perbanyaklah membaca istigfar dan dzikir kepada Allah SWT serta memohon kepada-Nya, kemudian membaca doa sesuai keinginan kita. Dalam sebuah hadist : “Setan mengikat tiga ikatan tiga ikatan pada tengkuk kepala setiap orang diantara kalian ketika tidur . Pada setiap tali setan berseru (dengan bisikan halus),” Lewatilah malam yang panjang ini dan tidurlah!” Jika ia bangun karena ingat Allah SWT, lepaslah satu ikatan. Jika kemudian ia berwudhu, lepaslah satu ikatan lagi. Jika kemudian ia shalat, maka lepaslah semua ikatan itu, sehingga pada paginya, ia akan giat bekerja (sehingga menjadi kaya) dan jiwanya baik (sehingga menjadi bahagia). Jika ia tidak melakukan semua itu, maka pada paginya, jiwanya akan tidak baik (sehingga tidak akan bahagia) dan ia akan malas bekerja (sehingga tidak akan kaya).(HR Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).
Hadist tersebut menjelaskan bahwa melakukan tahajud akan membuat kita menjadi kaya (karena giat bekerja) dan (bahagia karena berjiwa baik). Tidak semua orang yang melakukan shalat tahajud lantas menjadi kaya dan atau bahagia. Tidak sedikit yang justru tenggelam (menjadi miskin dan kian sengsara) dalam tahajud. Lantas apa yang keliru dari shalat tahajud yang mereka jalankan secara rutin?
Jawabannya, mungkin ada pada penilaian kita terhadap kualitas shalat tahajud yang kita kerjakan. Kita cenderung mengira bahwa sholat tahajud yang kita kerjakan sudah benar dan sempurna, padahal itu keliru. Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya pelaku ibadah itu mengira telah menegakkan shalat (seutuhnya), padahal tidaklah tertulis baginya, kecuali setengah shalat, atau sepertiganya, atau seperempatnya, atau seperlimanya sampai sepersepuluhnya. (HR Ahmad dan Abu Daud).
Terhadap sabda Rasulullah saw tersebut, seorang sahabat bernama Ammar bin Yasir ra menerangkan : Yang dicatat untuk dia (si pelaku ibadah) dari shalatnya hanyalah apa yang ia tegakkan dari shalat itu dengan akalnya. (HR Ahmad dan Abu Daud).
Menegakkan shalat secara cerdas . Dengan semikian,ada syarat yang harus kita penuhi untuk mendapat hasil yang optimal dalam shalat tahajud kita, yaitu mengerjakannya dengan penuh kesadaran dan keyakinan.

Warning: Trying to access array offset on null in /home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/really-simple-facebook-twitter-share-buttons.php on line 318

Deprecated: Creation of dynamic property SocialComments::$modLink is deprecated in /home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/social-comments/plugin.php on line 241

2 comments

    • mukhamad sodik on 1 Desember 2012 at 11:15
    • Balas

    Oke banget.tingkatkan terus. biar ilmu yang kita punya jadi ilmu yang bermanfaat bagi orang banyak

    1. aamiin………
      Syukron ustadz Mukhamad Sodik….kalau ada artikel bisa dimasukkan…pastinya ditulis nama author kok..
      kirim kalau ada artikel menarik ke admin@rohmadie.info..

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Translate »